Sholat Witir Sebelum Sholat Subuh

Dan telah menceritakan kepadaku Harun bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Muhammad katanya; Ibn Juraij mengatakan;

telah mengabarkan kepadaku Nafi’ bahwa Ibnu Umar mengatakan; “Barangsiapa shalat malam, hendaknya ia menjadikan akhir shalatnya adalah witir sebelum (tiba waktu) subuh, demikianlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan para sahabat.”

HR. Muslim

Rasulullah Membaca 100 Ayat Dalam Sholat Subuh

Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Habib Al Haritsi telah menceritakan kepada kami Khalid bin Al Harits telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah mengabarkan kepadaku Sayyar bin Salamah katanya;

aku mendengar Ayahku bertanya Abu Barzah tentang shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Sayyar menjawab, aku pernah bertanya kepada ayahku; ‘Apakah engkau mendengarnya dari Abu Barzah?

Ayahku menjawab; “Seperti aku memperdengarkan kepadamu saat ini.” Kata Sayyar; aku dengar ayahku bertanya kepada Abu Barzah tentang shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kata ayahku; Rasulullah tidak mempedulikan, sebagian beliau akhirkan, kata ayahku, yakni shalat isya` hingga pertengahan malam, dan beliau tidak suka tidur sebelum isya`, tidak suka bicara setelah isya`.”

Kata Syu’bah; Kemudian aku menanyainya dan ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyukai zhuhur ketika matahari tergelincir dan ashar ketika seseorang pergi ke penghujung Madinah dan matahari masih meninggi.”

Syu’bah melanjutkan; “Dan waktu shalat maghrib, aku tidak mengetahuinya, bagaimana ia menyebutkan, setelah itu aku menemui Abu Barzah dan bertanya kepadanya,

dia menjawab; “Dan beliau melaksanakan shalat shubuh dan beranjak pergi ketika seseorang mengenal wajah teman duduknya, dan beliau membaca enam puluh sampai seratus ayat (dalam shalat shubuh).”

HR. Muslim

Melagukan Al-Quran Dengan Indah • Nasehat Islam

Telah menceritakan kepada kami Amru An Naqid dan Zuhair bin Harb keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah hingga sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

“Allah tidak menaruh perhatian terhadap sesuatu, seperti perhatiannya terhadap Nabi yang melagukan Al Qur`an dengan suara yang indah.”

Dan telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Yunus -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepadaku Yunus bin Abdul A’la telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Amru keduanya dari Ibnu Syihab dengan isnad ini.

Ia mengatakan; “Sebagaimana perhatianNya terhadap Nabi saat melagukan Al Qur`an.”

HR. Muslim

Larangan Untuk Niyahah (Meratapi Mayit)

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Asbath telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Hafshah dari Ummu ‘Athiyah ia berkata;

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah membai’at kami untuk tidak melakukan Niyahah (meratapi mayit). Maka tidak seorang wanita pun dari kami yang wafat (lalu kami meratapinya) kecuali lima orang, termasuk di antaranya adalah Ummu Sulaim.”

HR. Muslim

Wanita Yang Sholat Subuh Bersama Rasulullah

Dan telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Yunus bahwa Ibnu Syihab mengabarkan kepadanya, dia berkata; telah menceritakan kepadaku ‘Urwah biun Zubair, bahwa ‘Aisyah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata;

“Dahulu para wanita mukminat menghadiri shalat fajar (subuh) bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan mengerudungi kepala dengan kain, kemudian mereka kembali ke rumah masing-masing, mereka tidak dikenal karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendirikan shalat subuh ketika keadaan masih pagi buta.”

HR. Muslim

Pindah Kiblat Dari Baitul Maqdis Ke Baitullah

Pindah Kiblat Dari Baitul Maqdis Ke Baitullah

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu al-Ahwash dari Abu Ishaq dari al-Bara’ bin ‘Azib dia berkata,

“Aku shalat bersama Nabi Shallallahu’alaihiwasallam menghadap Baitul Maqdis selama enam belas bulan hingga turun ayat tersebut yang ada dalam surat al-Baqarah, “Dan di mana pun kamu berada maka palingkanlah wajah-wajahmu ke arahnya.” (QS.Albaqarah 124),

ayat tersebut turun setelah Nabi Shallallahu’alaihiwasallam shalat, lalu seorang laki-laki dari suatu kaum bertolak pergi, lalu dia berjalan bersama beberapa manusia dari kalangan Anshar, dan mereka shalat, lalu beliau menceritakannya kepada mereka, maka mereka menghadapkan wajah-wajah mereka ke Baitullah.”

HR. Muslim

Riwayat Adzan

Telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan al-Misma’i Malik bin Abdul Wahid dan Ishaq bin Ibrahim berkata Abu Ghassan telah menceritakan kepada kami Mu’adz dan berkata Ishaq telah mengabarkan kepada kami Mu’adz bin Hisyam,

sahabat ad-Dastawa’i dan telah menceritakan kepada kami bapakku dari Amir al-Ahwal dari Makhul dari Abdullah bin Muhairiz dari Abu Mahdzurah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari bapaknya adzan sebagai berikut;

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Asyhadu anlaa ilaaha illallah (bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah), Asyhadu anlaa ilaaha illallah (bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah), Asyhadu anna muhammadar rasulullah (Aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah), Asyhadu anna muhammadar rasulullah (Aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah).”

kemudian dia mengulanginya lagi seraya berkata; “Asyhadu anlaa ilaaha illallah (bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah), Asyhadu anlaa ilaaha illallah (bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah), Asyhadu anna muhammadar rasulullah (Aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah), Asyhadu anna muhammadar rasulullah (Aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah), Hayya ‘alash shalah (marilah kita mendirikan shalat) dua kali, Hayya ‘alal falah (marilah menuju kebahagiaan) dua kali.”

HR. Muslim

CHOUX PASTRY/SOES • Marimasak

CHOUX PASTRY/SOES

– Marimasak

Bahan:
200 ml air
100 gram butter/margarin
1 sdm gula pasir
1/4 sdt garam
125 gram terigu, ayak
3 butir telur ukuran besar, kocok lepas

Cara membuat:
1. Campur dan panaskan air, butter, gula pasir dan garam dalam panci dgn api sedang hingga mendidih dan seluruh butter meleleh. Matikan api.
2. Masukkan terigu sekaligus dan langsung aduk rata dgn sendok kayu. Nyalakan kembali api kecil. Aduk terus adonan beberapa saat hingga licin dan kalis tidak menempel di pinggiran panci. Angkat dan biarkan hingga agak hangat.
3. Masukkan telur secara bertahap sambil diaduk rata dgn sendok kayu atau mixer kecepatan rendah. Aduk hingga menjadi adonan pasta yg licin dan lembut. Adonan tidak terlalu encer/runny, tidak juga terlalu berat/kaku. Bisa tambahkan vanilla bila suka. Masukkan adonan ke dalam piping bag gunting ujungnya sedikit
4. Siapkan loyang yg dioles tipis margarin. Semprotkan adonan secara melingkar seperti obat nyamuk bagian bawah diteruskan ke bagian atas smp selesai
5. Panaskan oven dgn suhu tinggi (190′-200’C). Pastikan oven sudah benar-benar panas ketika adonan masuk oven. Panggang hingga matang kuning kecoklatan dan permukaan kering, tidak ada lagi gelembung busa halus di permukaan kue. Jangan membuka pintu oven di tengah waktu pemanggangan.
6. Keluarkan dan dinginkan. Beri isian sesuai selera.

Pukis Warna • Marimasak

PUKIS

Bahan :
150g gula pasir
2bt telur utuh
250g tepung
1sdt ragi
1sdt vanilla
400ml santan
100g butter cair
Topping : misses aneka warna
.
Cara membuat : 
1. Kocok telur + gula sampai putih berjejak
2. Masukkan campuran tepung + ragi bergantian dgn santan
3. Masukkan vanilla
4. Masukkan butter cair. Diamkan 30 menit
5. Cetak, begitu agak sek tambahkan topping tutup lagi cetakan pukis. Tunggu sampai matang. Hidangkan.

Bolu Karamel Sarang Semut • Marimasak

BOLU KARAMEL aka SARANG SEMUT

Bismillah.. Akhirnya berhasil buat kue sarangsemut💃. Nah.. buat yang ndak punya oven dan pingin buat kue ini ,jangan kecil hati.. karena kue sarangsemut bisa di buat dengan cetakan kue lumpur😉.
.
.

Dan kabar baiknya lagi.. kalau dengan cetakan insyallah kue nya nyerat nya sempurna💃💃..
.
.

ok saya bagikan resep nya .
.
.
.
BOLU KARAMEL aka SARANG SEMUT
______________________________________
Recipe: Neni Pohan
.
Bahan l
150 gr gula pasir
125 ml air panas
100 ml air suhu ruang
.
Bahan ll
125 ml SKM putih
50 gr butter, lelehkan
3 butir telur
Sejimpit vanilli bubuk
1 sdt baking soda
1/4 sdt bpda
125 gr terigu protein sedang
.
.
Cara membuat:
1. Buat karamel terlebih dahulu (bahan l). Panaskan gula pasir diatas wajan dengan api sedang tapi cenderung kecil. Aduk aduk gula sampai gula mencair semua. Setelah mencair semua masukkan air panas sedikit demi sedikit. Aduk hingga gula tercampur dengan air. Matikan api, masukkan air suhu ruang. Aduk rata. Sisihkan, biarkan karamel menjadi dingin (suhu ruang).
2. Aduk skm dalam bowl menggunakan whisk selama 2 menit, kemudian masukkan butter leleh. Aduk lagi selama 2 menit.
3. Masukkan telur satu per satu. Aduk asal tercampur rata.
4. Tambahkan vanilli bubuk, bs dan bpda. Aduk hingga rata. Masukkan tepung terigu. Aduk hingga rata dan tidak ada yg bergerindil.
5. Masukkan gula karamel kedalamnya. Aduk rata.
6. Tuang kedalam loyang yg telah dioles dengan margarin tipis tipis. Oven dengan suhu 180 hingga matang.

Design a site like this with WordPress.com
Get started